RSS Feed

Sslurpp… Cappuccino!

Pada tulisan sebelumnya, saya sempat memberikan keterangan (sangat) singkat tentang cappuccino. Sebenarnya apa, sih, cappuccino itu? Dari mana asalnya dan bagaimana cara menyajikannya? Berikut ini penjelasannya..🙂

Cappuccino merupakan minuman yang dibuat dengan mencampurkan espresso dengan susu panas yang dibusakan, kemudian diberi taburan coklat atau kayu manis bubuk di atasnya.

Perbandingan espresso dan susunya adalah 1:2. Namun, komposisi terbaik untuk satu cangkir adalah sepertiga espresso, sepertiga susu panas dan sepertiga busa susu. Tekstur dan temperatur susu juga memegang peranan penting dalam pembuatan cappuccino.

Perbandingan antara lapisan susu, espresso dan busa

Cappuccino Eropa sering berbeda dari segi volume jika dibandingkan dengan versi yang ditemukan dalam rantai kopi komersial Amerika Serikat yang lebih sering disajikan sebagai minuman 12 oz.

Awalnya, ‘racikan’ cappuccino ditemukan di Wina, Austria, oleh pasukan di bawah pimpinan Marco D’Aviano asal Italia. Konon, mereka menemukan berkarung-karung kopi yang ditinggalkan oleh musuh mereka, yaitu pasukan Ottoman dari Turki. Mereka kemudian mencampur kopi tersebut dengan madu dan krim untuk menyamarkan rasa pahit. Setelah dicampur, warna kopi yang semula hitam berubah menjadi kecoklatan seperti capuchin (topi) yang digunakan oleh D’Aviano. Oleh sebab itu, mereka menyebut campuran kopi tadi dengan nama “Cappuccino.” Sejak saat itu pula minuman ini menjadi sangat populer di kawasan Eropa.

Walaupun sejarah cappuccino berawal di Austria, tetapi minuman ini menjadi identik dengan restoran dan kedai-kedai Italia. Mungkin karena Italia-lah yang kemudian mengembangkan minuman ini ke dalam berbagai variasi.

Cappuccino dapat diklasifikasikan ke dalam beberapa jenis, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Cappuccino Chiaro (White Cappuccino), yaitu cappuccino yang memiliki kandungan susu lebih banyak daripada cappuccino biasa. Cappuccino ini disebut juga Wet Cappuccino.
  2. Cappuccino Scuro, merupakan kebalikan dari cappuccino chiaro, dimana kandungan susunya di bawah takaran normal, sehingga disebut juga Dark Cappuccino atau Dry Cappuccino.
  3. Cappuccino Freddo, yaitu versi dingin cappuccino. Minuman ini tidak disajikan dengan es, tetapi dengan sedikit cold frothed milk di atasnya. Busa juga ditambahkan sesaat sebelum disajikan.

Sajian cappucinno yang kita kenal sekarang ini mulai berkembang sejak tahun 1950-an. Secara tradisional cappuccino disajikan menggunakan cangkir yang terbuat dari porselen. Cangkir porselen dipilih karena memiliki sifat penahan panas yang lebih baik dibandingkan dengan gelas atau kertas. Busa di atas cappucinno—biasanya setebal 2 cm atau ¾ inch—akan mempertahankan panas cairan di bawahnya lebih lama. Umumnya, Italian menikmati kelezatan cappuccino pada pagi hari saat sarapan.

Dari berbagai sumber


About Yuniarty Utami

Yuniarty Utami is a student of Information System, Faculty of Computer Science and Information Technology, Gunadarma University.

2 responses »

  1. Pingback: 2010 in review « Yuniarty Utami's Site

  2. saya juga suka cappuccino….
    Salam kenal!

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: