RSS Feed

Sejarah Java

Java merupakan bahasa pemrograman yang dapat dijalankan di berbagai komputer, bahkan telepon genggam. Bahasa pemrograman ini dikembangkan oleh Sun Microsystems dan diterbitkan pada tahun 1995.

Begitu mendengar kata java, pikiran kita mungkin akan tertuju ke nama salah satu pulau di Indonesia, yaitu Jawa. Ditambah lagi java menggunakan logo cangkir kopi.

Hmm… Apakah benar nama java diambil dari kata Jawa?

Pada awalnya, Java merupakan sebuah proyek internal di Sun Microsystems Inc., Santa Clara, California. Proyek cetusan Patrick Naughton itu diberi nama Stealth Project—yang kemudian berganti nama menjadi The Green Project setelah James Gosling dan Mike Sheridan bergabung. Dengan dibantu oleh beberapa ahli lainnya, proyek dimulai di sebuah kantor kecil di Sand Hill Road, Menlo Park, California.

Mereka berupaya menciptakan sebuah teknologi baru yang mengandalkan bahasa pemograman C++. Ternyata, salah seorang dari mereka menemukan berbagai kelemahan dari bahasa permograman tersebut. Ia pun mengusulkan untuk menbuat bahasa baru dengan menggabungkan bahasa MESA dan C.

Bahasa baru itu pun diberi nama Oak. Idenya muncul saat salah serorang dari mereka melirik ke luar jendela. Ada sebuah pohon oak yang tumbuh di sana. Akhirnya, mereka sepakat untuk menggunakan nama Oak untuk meneruskan misi proyek.

Di tahun 1992, tim tersebut berhasil mendemokan platform anyar yang terdiri dari sistem operasi Green, bahasa Oak, libraries dan sebuah perangkat semacam PDA yang bisa menampilkan gambar grafik yang kemudian disebut Star7. Alat tersebut berhasil dijajal pada September 1992.

Dua bulan kemudian, The Green Project sepenuhnya dimiliki oleh FirstPerson, Inc., sebuah perusahaan di bawah subsidi Sun Microsystems.

Pada pertengahan tahun 1994, tim tertantang untuk mencoba merambah ke dunia internet. Saat itu muncul browser web baru yang menarik bernama Mosaic. Patrick Naughton pun menciptakan prototipe browser kecil yang dinamai WebRunner.

Di tahun yang sama, mereka bermaksud mematenkan nama Oak. Tetapi, ternyata nama itu sudah digunakan oleh bahasa pemograman lain. Maka, mau tidak mau, mereka harus mengganti dengan nama yang lain.

“Susah juga mencari nama yang bagus untuk bahasa permograman,” begitu kira-kira keluhan yang dilontarkan James Gosling. Cukup lama mereka menimbang dan memikirkan sebuah nama baru yang cocok.

Akhirnya ide cermelang itu muncul juga. Suatu hari, beberapa orang dari tim melakukan perjalanan ke luar kota dan mampir di sebuah kedai kopi setempat. Saat menikmati kopi hangat tersaji dalam cangkir, tiba-tiba terbesit kata Java untuk menggantikan nama Oak. Memang, orang-orang Amerika—terutama para pengguna bahasa slang—sering menyebut kopi dengan istilah java.

Gosling dan kawan-kawan pun akhirnya menyepakati penggunaan nama Java untuk bahasa pemrograman dan platform mereka, berikut ilustrasi secangkir kopi panas sebagai logonya. Browser WebRunner pun berubah nama menjadi HotJava.

Walau idenya sudah jelas, tetapi ada juga yang berpendapat bahwa Java merupakan gabungan dari inisial nama beberapa pendiri The Green Project, yaitu James Gosling, Athur Van Hoff dan Andy Bechtolsheim.

* dikutip dari pelbagai sumber

Java tadinya merupakan sebuah proyek internal di Sun Microsystems Inc di Santa Clara California, Amerika. Proyek cetusan Patrick Naughton itu diberi nama Stealth Projeck dan berganti nama menjadi Green Projek setelah James Gosling dan Mike Sheridan bergabung. Dibantu beberapa ahli lainnya, proyek dimulai di sebuah kantor kecil di Sand Hill Road, Menio Park di California juga.

Mereka berupaya menciptakan sebuah teknologi baru dengan mengandalkan bahasa pemograman C++. Ternyata, salah seorang dari tim menemukan berbagai kelemahan dari bahasa permograman tersebut. Ia pun mengusulkan untuk menbuat bahasa baru, dengan menggabungkan bahasa MESA dan C.

Setelah memilah-pilah nama yang cocok, bahasa baru itu pun diberi nama Oak.

Ide itu muncul saat salah serorang dari mereka melirik ke luar jendela, dan ada sebuah pohon Oak yang tumbuh disana.

Merekapun menggunakan si Oak untuk meneruskan misi proyek.

Baru tahun 1992 tim berhasil mendemokan platform anyar yang terdiri dari sistem operasi Green, bahasa Oak, libraries dan sebuah perangkat semacam PDA yang bisa menampilkan gambar grafik yang kemudian disebut Star7.

Alat itu berhasil dijajal pada September 1992. Dan dua bulan kemudian, Green Projeck sepenuhnya dimiliki oleh FirstPerson, Inc., sebuah perusahaan dibawah subsidi Sun Microsystems.

Pertengahan 1994, tim tertantang untuk mencoba merambah ke internet. Saat itu sedang muncul browser web baru yang menarik bernama Mosaic.

Patrick Naughton pun menciptakan prototipe browser kecil yang dinamai WebRunner.

Di tahun yang sama, mereka bermaksud mematenkan nama Oak. Tapi ternyata nama itu sudah dipakai oleh bahasa pemograman lain.

Maka mau nggak mau mereka harus mengganti namanya

“Susah juga mencari nama yang bagus untuk bahasa permograman, “begitu kira-kira keluahan yang dilontarkan James Gosling. Cukup lama mereka menimbang dan memikirkan sebuah nama baru yang pas.

Akhirnya ide cermelang itu muncul juga. Suatu hari, beberapa orang dari tim melakukan perjalanan ke luar kota dan mampir di sebuah kedai kopi setempat.

Saat menikmati kopi hangat tersaji dalam cangkir, tiba-tiba terbesit kata “Java” untuk menggantikan nama Oak. Memang, orang-orang Amerika (terutama pengguna bahasa slang) sering menyebut kopi dengan istilah java.

Gosling dan kawan-kawan pun menyapakati penggunaa nama Java untuk bahasa dan platform mereka, berikut illustrasi secangkit kopi panas sebagai simbolnya. Dan browser WebRunner pun juga berubah nama menjadi HotJava.

Walau idenya sudah jelas, tapi ada juga sih yang menghubung-hubungkan nama Java tersebut sebagai singkatan dari inisial nama beberapa contoh pentolan Green Projeck, yaitu James Gosling, Athur Van Hoff, dan Andy Bechtolsheim.

About Yuniarty Utami

Yuniarty Utami is a student of Information System, Faculty of Computer Science and Information Technology, Gunadarma University.

2 responses »

  1. Ohh… gitu tho ceritanya. Kupikir tentang sejarah Jawa … (jadi inget Babad Tanah Jawi)… he..he…
    Bagus sekali artikelnya. Terimakasih sudah berbagi.

    Reply
    • Ohh… gitu tho ceritanya. Kupikir tentang sejarah Jawa … (jadi inget Babad Tanah Jawi)… he..he…
      Bagus sekali artikelnya. Terimakasih sudah berbagi.

      Tadinya aku kira juga ada hubungannya sama Jawa, loh, hihihi..😉
      Makasih juga atas kunjungannya ke blog ini, ya..🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: