RSS Feed

Pawai Cap Go Meh

Sudah sejak lama saya ingin sekali melihat pertunjukan barongsai secara langsung, tapi selalu gagal. Akhirnya sore tadi keinginan saya itu terkabul. Tanpa direncanakan sebelumnya, tanpa disengaja. :)

Sore tadi, saya pulang dari kampus naik angkot—seperti biasa. Saat melewati daerah sekitar Bulan-Bulan jalanan macet. Terlihat banyak orang memadati pinggiran jalan dan ini terus berlanjut sampai di dekat Pasar Proyek.

Menanti di Kawasan Proyek

Sebelumnya, seorang ibu yang berada di angkot yang sama dengan saya mengatakan akan ada iring-iringan Barongsai dalam rangka perayaan Cap Go Meh. Saya yang memang sangat menunggu momen ini tentu bersorak dalam hati. Hanya satu hal yang terlintas di pikiran saya saat itu: kesempatan ini ga boleh disia-siakan, saya harus mewujudkan keinginan saya untuk melihat pertunjukan barongsai secara langsung sore ini juga!

Read the rest of this entry

2010 in Review

Berikut adalah review blog saya selama tahun 2010. Hihi, ga penting untuk dilihat khalayak ramai, sih, sebenarnya. Tapi, gapapa deh. :p

The stats helper monkeys at WordPress.com mulled over how this blog did in 2010, and here’s a high level summary of its overall blog health:

Healthy blog!

The Blog-Health-o-Meter™ reads This blog is doing awesome!

Read the rest of this entry

Sejarah Perkembangan Penerapan Telematika

Telematika merujuk pada hakikat cyberspace sebagai suatu sistem elektronik yang lahir dari perkembangan dan konvergensi telekomunikasi, media dan informatika[1]. Dalam Pengantar Mata Kuliah Hukum Telematika Fakultas Hukum Universitas Indonesia dinyatakan bahwa istilah telematika merujuk pada perkembangan konvergensi antara teknologi telekomunikasi, media dan informatika yang semula masing-masing berkembang secara terpisah. Konvergensi telematika kemudian dipahami sebagai sistem elektronik berbasiskan digital atau the net[2]. Semua kegiatan dengan istilah work and play dapat menggunakan telematika sebagai penunjang kinerja usaha semua usaha dalam semua sektor sosial, ekonomi dan budaya[3].

Read the rest of this entry

Sejarah Perkembangan Teknologi Informatika

Istilah “telematika” pertama kali digunakan oleh Simon Nora dan Alain Minc di tahun 1978 dalam laporan mereka yang berjudul L’Informatisation de la société. Istilah telematika berasal dari bahasa Perancis, yaitu télématique–yang merupakan penggabungan dari dua buah kata, yaitu télécommunications (telekomunikasi) dan l’informatique (informatika).

Laporan yang dibuat oleh Simon Nora dan Alain Minc merupakan mandat dari presiden Perancis Valéry Giscard d’Estaing di tahun 1976 yang khawatir bahwa “aplikasi-aplikasi komputer telah dikembangkan sedemikian rupa, sehingga—sebagai akibatnya–organisasi sosial dan ekonomi masyarakat kita dan kehidupan kita akan mengalami perubahan”. Perkembangan ini memiliki alasan utama dalam proses pengembangan mikroprosesor di tahun 1971 dan ketersediaan komputer yang lebih murah dan lebih kecil untuk menggantikan mainframe dan minicomputer yang sebelumnya digunakan. Mainframe membuat ruangan menjadi penuh, boros energi dan menghabiskan jutaan Euro.

Read the rest of this entry

Simpan Sampahmu Sementara

Dalam perjalanan berangkat ataupun pulang kuliah, saya sering sekali bertemu dengan ibu-ibu yang sedang bepergian dengan anaknya sambil menyantap makanan di dalam angkutan umum. Setelah makanan atau minuman yang mereka konsumsi habis, biasanya mereka kebingungan akan membuang sampahnya ke mana dan akhirnya sampah-sampah tersebut ‘berakhir’ di jalan raya atau di bawah bangku angkutan umum.

Sejauh ini, belum pernah saya bertemu dengan ibu-ibu atau orang tua yang melarang anaknya untuk membuang sampah sembarangan, malah sebaliknya, mereka menyuruh anak-anaknya segera melempar sampah tersebut ke luar jendela dengan alasan “ngapain sampah dipegangin?”

Read the rest of this entry

Tuhan 9 Senti – Taufik Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,

Di sawah petani merokok,

di pabrik pekerja merokok,

di kantor pegawai merokok,

di kabinet menteri merokok,

di reses parlemen anggota DPR merokok,

di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,

hansip-bintara-perwira nongkrong merokok,

di perkebunan pemetik buah kopi merokok,

di perahu nelayan penjaring ikan merokok,

di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,

di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,….

Read the rest of this entry

Nasional.Is.Me, Pembakar Semangat Nasionalisme

Tepat pada tanggal 1 Mei 2010 yang lalu, Pandji Pragiwaksono—seorang penyiar, MC dan juga rapper—merilis sebuah e-book yang “membakar” semangat nasionalisme berjudul Nasional.Is.Me. E-book tersebut ia bagikan secara GRATIS melalui blognya dalam tiga macam cover yang berbeda, tetapi isinya tetap sama. Jadi, tinggal pilih mana yang disukai.. ;)

3 macam cover yang tersedia

E-book Nasional.Is.Me dibuat karena Pandji ingin membangkitkan kembali rasa cinta masyarakat Indonesia terhadap bangsa dan negaranya. Saat ini banyak pemuda Indonesia yang skeptis dan pesimis terhadap Indonesia. Dan kebanyakan orang yang pesimis itu adalah orang yang sebenarnya tidak (atau belum) mengetahui apa saja yang “tersimpan” di Indonesia ini.

Read the rest of this entry

Sslurpp… Cappuccino!

Pada tulisan sebelumnya, saya sempat memberikan keterangan (sangat) singkat tentang cappuccino. Sebenarnya apa, sih, cappuccino itu? Dari mana asalnya dan bagaimana cara menyajikannya? Berikut ini penjelasannya.. :)

Cappuccino merupakan minuman yang dibuat dengan mencampurkan espresso dengan susu panas yang dibusakan, kemudian diberi taburan coklat atau kayu manis bubuk di atasnya.

Read the rest of this entry

Penalaran Karikatur 2

Karikatur tersebut menggambarkan dua kelompok remaja yang sedang diberikan dua pengaruh berbeda, yaitu baik dan buruk. Usia remaja merupakan usia yang sangat rentan, karena masa ini merupakan masa transisi dari anak-anak menjadi manusia dewasa. Di masa ini mereka mencari ‘jati diri’ mereka.

Dalam proses pencarian jati diri tersebut, berbagai macam informasi dari berbagai sumber terima dan mereka serap, bahkan terkadang tanpa mereka ‘saring’ terlebih dahulu. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh orang yang lebih dewasa atau orang-orang yang memiliki kekuasaan lebih untuk memberikan macam-macam pengaruh dan pandangan hidup.

Hal tersebut tidak boleh dibiarkan terjadi begitu saja. Dalam masa transisi ini mereka sangat membutuhkan peran orang tua dan keluarga untuk membimbing dan mengarahkan mereka agar tetap berada di jalur yang benar dan tidak menyimpang ke pengaruh-pengaruh negatif dari dunia luar.

y

y

Penalaran Karikatur 1

Karikatur di atas menggambarkan kesulitan yang dialami oleh masyarakat golongan ekonomi rendah yang semakin hari semakin terhimpit. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh kebijakan-kebijakan pemerintah (seperti pengkonversian minyak tanah ke gas) yang seringkali tidak berpihak kepada mereka.

Kondisi perekonomian yang buruk membuat mereka tidak dapat berbuat banyak dalam menghadapi kebijakan-kebijakan tersebut. Berbagai keluhan dan protes yang kerap mereka lontarkan pun seolah tak didengar. Seakan-akan mereka hidup terkurung di dalam sebuah botol yang disumbat, sehingga apapun yang mereka ucapkan—bahkan teriakkan—tak terdengar. Kondisi keuangan mereka semakin menurun. Akibatnya, banyak balita yang mengalami gizi buruk  dan anak-anak yang terpaksa putus sekolah karena keterbatasan biaya. Semakin banyak pula kasus kematian akibat bunuh diri. Kemungkinan besar alasan melakukan bunuh diri adalah karena mereka merasa sudah tidak sanggup lagi untuk menjalani hidup dengan segala kekurangan dan keterbatasan ekonomi.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.